KEBAKARAN BESAR MELANDA PABRIK KARET DI TANAH TINGGI TANGERANG
LBH-KIP | Kebakaran besar melanda sebuah pabrik karet yang berada di kawasan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pada Minggu (22/6/2026). Kobaran api yang begitu besar menghanguskan sebagian besar bangunan pabrik dan menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara hingga dapat terlihat dari berbagai wilayah sekitar. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik dan berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan peristiwa tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat dari area produksi pabrik sebelum dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan. Material karet yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian. Asap hitam tebal yang dihasilkan dari pembakaran material karet juga menyelimuti kawasan sekitar dan mengganggu jarak pandang warga.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Tangerang segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Sejumlah unit mobil pemadam diterjunkan untuk melakukan proses pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar pabrik. Petugas juga melakukan upaya pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Selama proses penanganan, aparat kepolisian bersama petugas terkait melakukan pengamanan di sekitar lokasi dengan memasang garis pembatas dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat banyaknya warga yang memadati area kebakaran. Beberapa pekerja pabrik dilaporkan berhasil dievakuasi, sementara petugas masih melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya korban maupun kerugian material yang ditimbulkan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim kepolisian dan petugas pemadam kebakaran akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah proses pemadaman selesai untuk mengetahui sumber api serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri, khususnya pada pabrik yang menyimpan bahan mudah terbakar. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, meskipun jumlah pastinya masih menunggu hasil pendataan dari pihak terkait. (Redaksi)